Hari Minggu pada tanggal 24 September ketika saya sedang menyimak aksi peduli terhadap tuna rungu di Jam Gadang yang pernah saya bagikan pada anda di artikel sebelumnya AKSI PERINGATAN HARI TUNA RUNGU SEDUNIA DI KOTA BUKITTINGGI TERNYATA BERHIKMAH LUAR BIASA saya melihat ada sekumpulan orang berseragam Gojek dan kemudian saya hampiri mereka.
Teryata di sini mereka ikut meramaikan aksi peduli terhadap penyandang tuna rungu lho... Caranya gema sih....? Nah, tidak disangka ternyata Gojek sangatlah bermanfaat bagi para penyandang tuna rungu. Kenapa...? Apa sih bedanya dengan Ojek-ojek biasa....? Wah... banyak banget ya... pertanyaan dikepala kita.
![]() |
| para driver GOJEK kota Bukittinggi |
Jawabannya adalah Tentu saja GOJEK sangat berguna bagi mereka, karena GOJEK menggunakan sistem aplikasi yang tidak membutuhkan pendengaran maupun lisan. Jadi para penyandang tuna netra dapat terbantu dengannya. cukup pasang aplikasinya saja dan langsung bisa bepergian kemanapun dengan mudah.
Dengan dibantu oleh para pengurus PPDI para driver GOJEK pun mengajarkan pada para penyandang tuna rungu untuk memasang aplikasi GOJEK serta mensosialisasikan bagaimana cara penggunaannya. Dan ternyata caranya sangat mudah difahami oleh mereka.
![]() |
| Uni Diah |
Nah setelah mereka mensosialisakan GOJEK kepada para penyandang Disabilitas khususnya tuna rungu ini saya sempat berbincang dengan salah seorang driver GOJEK wanita yaitu uni Diah.
Wah... menyenangkan sekali berbincang dengan uni Diah ini, mungkin karna sebenarnya kami berdua mempunyai latar belakang yang sama ya... yaitu sama-sama berprofesi sebagi tukang ojek. Hanya saja bedanya dia teroganisir dan memiliki sistem yang baik sedangkan saya hanya serabutan mengisi kekosongan saja.
Karna kesamaan itulah akhirnya kami saling berbagi pengalaman. Dan ia bercerita pada saya bahwa selama ia menjadi driver GOJEK baru sekali ia mendapatkan penumpang laki-laki dan itupun si penumpang yang membawa motor, dan justru ia yang membonceng, hahaha... hal yang cukup kocak kedengarannya. Dan iapun menawarkan saya agar bergabung bersama mereka.
Hal ini merupakan tawaran yang cukup menggiurkan bagi saya. Apa lagi ia berkata bahwa driver GOJEK di Bukittinggi baru berjumlah 400 orang sedangkan cakupannya akan melebar sampai ke Padang Panjang serta Canduang yaitu kota-kota yang berdekatan dengan Bukittinggi.
Dan pada saat kami akan berpisah iapun memberikan nomer HPnya pada saya agar saya bisa menghubunginya bila tertarik untuk bergabung dengan mereka. Wah... sepertinya ini benar-benar tawaran emas yang patut saya pertimbangkan tentunya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas kunjungannya dan silahkan berkomentar dengan sopan dan saling berbagi ilmu yang bermanfaat.